Frequently Asked Questions

Apa itu VTIC Cycle 6?

VTIC Cycle 6 atau Volunteerism Teaching Indonesian Children putaran ke-6 adalah salah satu program dari VTIC Foundation, di mana para mahasiswa sebagai relawan terpilih akan mengajar anak-anak Tenaga Kerja Indonesia di sekolah non-formal yang ada di Malaysia. Disebut Cycle 6 karena tahun 2018 mendatang adalah tahun yang keenam VTIC Foundation mengadakan program ini.

Apa itu Cikgu? 

Cikgu adalah panggilan tenaga pendidik atau guru di Malaysia. Anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia juga terbiasa memanggil gurunya dengan sebutan cikgu.

Di manakah lokasi aksi VTIC Cycle 6?

Akan dilaksanakan di beberapa sekolah non-formal di Miri, Serawak, Malaysia.

Berapa lama kegiatan VTIC Cycle 6?

Sekitar tiga pekan.

Bagaimana saya bisa menjadi Cikgu di kegiatan VTIC Cycle 6?

Silakan masuk ke web www.vticfoundation.org Ikuti ketentuannya dan segera lengkapi persyaratan yang ditentukan.

 

Jika saya terpilih, apakah saya harus menanggung biaya akomodasi selama kegiatan?

Karena kegiatan ini bersifat sukarela, peserta terpilih yang menyanggupi untuk diberangkatkan diwajibkan menanggung biaya akomodasi. Namun pihak yayasan VTIC Foundation tentunya berusaha selalu memfasilitasi serta meminimalkan biaya yang harus ditanggung.

Berapa banyak mahasiswa yang akan dipilih dan diberangkatkan ke Malaysia?

Untuk jumlah pasti, pihak panitia  masih menunggu keputusan dari Persatuan Guru Sekolah Non-formal Indonesia di Serawak dan pihak Yayasan VTIC Foundation. Sebagai acuan, pada VTIC Cycle 5 tahun lalu terdapat sejumlah 40 mahasiswa yang diberangkatkan.

Saya sedang mengurus skripsi, apakah saya boleh mendaftar?

Ya, boleh. Selama status calon peserta adalah mahasiswa aktif D3/S1 dari berbagai jurusan dan dari berbagai universitas, diperbolehkan mendaftar.

Apakah saya harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan VTIC untuk menjadi relawan?

Ya, tentu.

Bagaimana saya tinggal di Malaysia?

Relawan VTIC Cycle 6 akan tinggal di rumah Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Mereka akan menjadi orang tua angkat bagi peserta selama kegiatan berlangsung.

Apa yang saya lakukan di Malaysia?

Relawan VTIC Cycle 5 akan menjadi tenaga pengajar di sekolah non-formal untuk anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia. Selain itu, relawan juga diharapkan mampu menjalin hubungan sosial yang baik di kalangan masyarakat sekitar.

Bahasa apa yang digunakan untuk mengajar?

Pada umumnya murid-murid di Malaysia memahami Bahasa Indonesia. 

Apakah penguasaan Bahasa Inggris menjadi poin penting?

Tidak begitu penting, namun sangat dianjurkan. Ketika berada di Malaysia, relawan tidak hanya berkomunikasi dengan Tenaga Kerja Indonesia dan anak-anak Indonesia. Relawan juga akan berkomunikasi dengan pihak perusahaan kelapa sawit, pihak keimigrasian, bahkan pihak kedutaan. Jadi, sangat direkomendasikan untuk dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris untuk memaksimalkan kegiatan di sana.

Close Menu